Rabu, Oktober 28, 2020
Beranda Sejarah Desa Wonoketro Ponorogo Dan Dusunya

Sejarah Desa Wonoketro Ponorogo Dan Dusunya

Asal-usul Desa (Legenda Desa Wonoketro)

Desa Wonoketro dahulu tidak seluas saat ini karena dulu antara Dukuh Wonoketro dan Dukuh Jintap berdiri sendiri-sendiri, baru kira-kira tahun 1918 mulai dijadikan satu Desa, yaitu Desa Wonoketro. Maka untuk asal-usulnya juga berbeda, sehingga dalam kesempatan ini akan kami coba ceritakan satu persatu mulai dukuh Wonoketro: Konon, dahulu sebelum Islam masuk ke Desa Wonoketro, Wonoketro adalah kawasan hutan belantara, dan peradabannyapun masih sangat tradisional dan juga masih jahiliyah, sehingga banyak hal – hal yang dilakukan yang menyimpang dari syari’at Islam, akhirnya banyak sekali tempat-tempat yang dikeramatkan. Salah satunya adalah Njeblokan selain tempat-tempat lain. Njeblokan menurut cerita adalah dahulu ada dua orang perantau berasal dari daerah selatan Jawa tepatnya daerah Tulung Agung, yang salah satunya bernama Mbah Randi. Kedua orang tersebut merantau dan akhirnya sampai ke suatu tempat yang masih berupa hutan rimba, sehingga dinamai Wonoketro ( berasal dari kata Wono berarti hutan dan Ketro berarti lebat / rimba ), maka berhentilah kedua orang tersebut di tempat itu dan mbah Randi bermukim di tempat itu sampai meninggal dan konon makamnya sekarang menjadi petilasan Njeblokan. Sedang teman mbah Randi melanjutkan perjalanan ke arah selatan. Tapi karena tidak ada penerusnya maka tempat itu kembali menjadi hutan lebat kembali. Kemudian Islam masuk dengan datangnya utusan dari keraton Surakarta ( Solo ), yang ceritanya dimulai dari misi keraton Surakarta dalam mengembangkan agama Islam, yang sekaligus sebagai awal penyebaran agama Islam di wilayah Wonoketro, yaitu ketika waktu itu pihak Keraton Surakarta mengutus seorang yang bernama Pangeran Semendi ( Pangeran Wonokarto ) untuk menyebarkan agama Islam kearah timur. Maka berangkatlah Pangeran Semendi ke arah timur, dan sampailah ia di suatu tempat yang masih berupa hutan kemudian bermukimlah dia ditempat itu dan akhirnya tempat itu dinamai Wonokarto ( dari nama lain dari Pangeran Semendi ). Dalam rangka menyebarkan agama Islam pangeran Semendi mendirikan Masjid Setono kemudian mendirikan masjid Wonoketro dan terakhir mendirikan Masjid Tegalsari. Pangeran meninggal dan dimakamkan di tempat pertama dia datang yaitu di bekas hutan di Wonoketro kemudian dipindahkan ke komplek makam di Masjid Setono, sebagai awal penyebaran agama Islam.
Adapun pemimpin masjid ( Kyai ) Wonoketro pertama yang juga pengikut dalam rombongan Pangeran Semendi bernama Imam Kamil ( sekarang diabadikan sebagai nama masjid yaitu masjid Al Kamil).

Setelah Pangeran Semendi meninggal maka Keraton Surakarta mengirim utusan lagi untuk meneruskan penyebaran agama Islam membantu Imam Kamil yaitu Kasan Puro yang selanjutnya membentuk pemerintahan di daerah Wonoketro dan dipimpin langsung oleh Kasan Puro. Jadi dimulailah pemerintahan dan dibentuklah pedukuhan Wonoketro Untuk dukuh Jintap, dahulu sama merupakan kawasan hutan, dan juga masih sangat jahiliyah dan juga banyak tempat tempat yang dikeramatkan antara lain Randu Kusumo, Bancolono (suka usil menggoda manusia dan lain lain. Dahulu Jintap masih dalam wilayah Tegalsari, dan masih bernama dukuh Templek, yang akhirnya Kyai Imam Besari mengutus dua orang muridnya yang merupakan bapak dan anak yaitu yang bernama Taptojani dan Jayaniman untuk memulai penyebaran Islam di Jintap. Mulailah Taptojani dan anaknya Jayaniman berda’wah di Jintap, mereka bermukim di Jintap Dan mereka berdualah yang akhirnya menjadi sesepuh di Jintap, maka Jintap berasal dari dua nama tersebut yang digabung jadi satu.

Sejarah Pemerintahan Desa Wonoketro

Bila dikaji secara seksama, maka berdirinya desa Wonoketro, secara umum tidak jauh berbeda dengan desa desa lain, yaitu waktu awal pemerintahan yang dibentuk tidak berdasarkan aturan – aturan rumit, tetapi menggunakan pola tradisional dengan menempatkan tokoh tokoh pendiri sebagai pemimpin tertinggi.
Termasuk dalam hal membagi hak dan kewajiban diawal terbentuknya desa pasti yang paling dituakan mendapat perlakuan istimewa dan seakan dialah yang memiliki semuanya, maka rata – rata rakyat selalu tunduk dan taat kepadanya, akhirnya tidak melakukan kritik apapun terhadap segala kebijaksanaannya. Pemerintahan di Wonoketro dimulai setelah utusan dari keraton Surakarta yang bernama Kasan puro datang, bersama – sama dengan Kyai Imam Kamil membentuk pemerintahan dan menjadikan Kasan Puro sebagai Lurah pertama. Kemudian sejak kira – kira tahun 1918, Jintap dan Wonoketro di jadikan satu dengan satu Kepala Desa, yaitu Supadi ( Mangun Hastro ).

Nama - nama yang pernah menjadi Kepala Desa Wonoketro

No.NamaMasa JabatanKeterangan
1.Kasan Puro-Kades / Utusan Keraton
2.Gandan-Kades Keturunan tokoh Desa
3.Mangun Sarpin1900 - 1916Kades / Keturunan Tokoh Desa
4.Taruno1917Kades
5.Supadi (Manun Hastro)1918 - 1948Kades
6.Wiro Harjo1948Pj. Kades
7.Pekih1949 - 1950Kades
8.Wiro Harjo1950 - 1951Pj. Kades
9.Suparno1951 - 1961Kades
10.Sumadi1962 - 1990Kades / Pemilihan
11.Indarwiyanto1990 - 1998Kades / Pemilihan
12.Abdul Rokhim1998Pj. Kades
13.Sumadi1998 - 2006Kades / Pemilihan
14.Sumadi2006 - 2007Pj. Kades
15.Budi Rahardjo2007 - SekarangKades / Pemilihan

Kepala Desa Di Jintap Sebelum Menjadi Satu Dengan Wonoketro.

No.NamaMasa JabatanKeterangan
1.Joyo Sumitro-Kades
2.Parto Diharjo-Kades
3.Toi Kromo-Kades

Pelaksanaan system pemerintahan desa sebagus apapun mustahil akan sampai pada kesempurnaan mana kala tidak didukung oleh pengendali administrasi yang mengagendakan, identifikasi dan penyelesaian persoalan dalam hal pemerintahan desa Maka sebagai pengendali administrasi disebut dengan Sekretaris Desa ( Carik ).

Adapun nama - nama yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Desa (Carik) di Desa Wonoketro sebagai berikut:
No.NamaMasa PengabdianKeterangan
1.Supadi (Mangun Hastro)- 1918
2.Bonasir
3.Suyitno
4.Suyud
5.Suyadi
6.Suparno
7.Yatmo1951 - 1998
8.Imam Wiyono

Ikuti Kami

3,000FansSuka
500PengikutMengikuti
400PelangganBerlangganan

Berita Desa

Game of Hacks – See How Good You Are

Happy Sunday from Software Expand! In this week's edition of Feedback Loop, we talk about the future of Windows Phone, whether it makes sense...